Category: Uncategorized

  • Laga Puncak Perebutan Gelar Juara FIFA ASEAN CUP 2026, Polisi Siap Amankan, Final Timnas VS Thailand di SUGBK

    Laga puncak perebutan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menyedot animo luar biasa. Mengantisipasi pergerakan puluhan ribu suporter, Polda Jawa Barat (Jabar) meningkatkan kesiapsiagaan di hari terakhir Operasi Garuda Bakti 2026.
    Diketahui, tiket final yang akan digelar pada Senin (5/10/2026) malam ini telah terjual lebih dari 55 ribu lembar.

    Wilayah Jabar yang berbatasan langsung dengan Jakarta menjadi titik krusial pergerakan massa suporter menuju Senayan.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran Satgas Operasi Garuda Bakti 2026 di wilayah Jabar untuk tidak lengah, meski operasi sudah memasuki hari ke-14 atau hari terakhir.

    “Memasuki tahap akhir pelaksanaan Operasi Garuda Bakti 2026, seluruh jajaran agar meningkatkan kesiapsiagaan dan tidak menganggap situasi sudah aman. Justru pada tahapan final dan closing ceremony, potensi kerawanan perlu diantisipasi secara lebih maksimal,” ujar Kombes Hendra Rochmawan dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

    Kombes Pol. Hendra meminta jajarannya fokus melakukan deteksi dini terhadap potensi penumpukan massa dan konvoi suporter dari berbagai daerah di Jabar. Pengawalan dan pengamanan jalur lalu lintas menuju Jakarta menjadi prioritas agar tidak terjadi gesekan.

    “Antisipasi secara khusus penumpukan dan pergerakan suporter sebelum, selama, dan setelah pertandingan. Lakukan deteksi dini terhadap potensi gesekan antarsuporter, provokasi, penggunaan flare, hingga aksi keributan,” tegasnya.

    Kombes Pol. Hendra juga mengingatkan seluruh komandan satuan tugas untuk memastikan personelnya siap tempur di lapangan tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan. Pengamanan ini tidak hanya soal pertandingan 90 menit, melainkan hingga seluruh rangkaian acara penutupan selesai.

  • Polda Jabar Serukan Pesan Damai FIFA ASEAN Cup 2026: “90 Menit Berjuang, Selamanya Bersaudara

    Polda Jawa Barat mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pencinta sepak bola untuk senantiasa menjaga kondusivitas selama gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung. Melalui slogan bertajuk “90 Menit untuk Berjuang, Selamanya untuk Bersaudara!”, kepolisian mengajak seluruh suporter untuk menyalurkan energi positif dan semangat tinggi dalam mendukung tim kebanggaan tanpa mengesampingkan rasa persaudaraan.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menekankan pentingnya sikap tertib dan sportif, baik di dalam maupun di luar area stadion. Para suporter diharapkan dapat hadir memberikan dukungan penuh secara maksimal, namun tetap menjunjung tinggi prinsip kedewasaan dengan menghormati tim lawan serta sesama pendukung. Hal ini krusial demi memastikan setiap laga berlangsung aman, nyaman, dan menjadi hiburan yang berkesan bagi seluruh pecinta bola.

    Guna mengantisipasi potensi gesekan, kepolisian mewanti- wanti para pendukung agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun tindakan yang memicu keributan. Sesuai pesan yang digaungkan, para pendukung diharapkan datang ke stadion untuk membawa kenangan manis serta kebanggaan, bukan malah menciptakan kerusuhan yang merugikan banyak pihak.

    Imbauan ini selaras dengan ajakan untuk menjadi “Supporter yang Membanggakan, Bukan Meresahkan” yang diusung oleh Polda Jawa Barat. Momentum kompetisi antarnegara kawasan Asia Tenggara ini diharapkan menjadi ajang pembuktian bahwa budaya sepak bola Indonesia telah berkembang semakin ramah, aman, dan beradab di mata dunia.

    Polda Jabar siap mengawal serta mengamankan seluruh rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026. Sinergi antara aparat pengamanan dan kesadaran seluruh suporter diharapkan mampu menjadikan ajang olahraga ini sebagai pesta rakyat yang sarat akan kebersamaan dan persaudaraan.

    Bandung, 04 Oktober 2026

  • Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. memimpin langsung pengamanan pertandingan sepak bola antara Malaysia dan Singapura yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (01/10/2026).

    Kapolda Jabar Pimpin Langsung Pengamanan Pertandingan Malaysia vs Singapura di Stadion Si Jalak Harupat

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. memimpin langsung pengamanan pertandingan sepak bola antara Malaysia dan Singapura yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (01/10/2026).

    Dalam pelaksanaan pengamanan tersebut, Kapolda Jabar didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Jawa Barat serta Kapolresta Bandung.
    Kehadiran pimpinan tersebut untuk memastikan kesiapan personel sekaligus memantau secara langsung situasi keamanan di sekitar stadion.

    Pengamanan pertandingan Malaysia vs Singapura merupakan bagian dari rangkaian pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026. Polda Jawa Barat mengerahkan personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan, baik di dalam stadion maupun di sejumlah titik sekitar Stadion Si Jalak Harupat.

    Kapolda Jabar bersama jajaran melakukan pengecekan kesiapan personel pada sejumlah titik pengamanan, mulai dari akses masuk stadion, area penonton, jalur pemain dan official, hingga pengamanan di luar stadion serta pengaturan arus lalu lintas.

    Pola pengamanan dilakukan secara berlapis melalui empat ring pengamanan. Setiap ring memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk memastikan keamanan pemain, official, penonton, suporter, serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi pertandingan.

    Kapolda Jabar menekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis dan responsif terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan.

    “Saya tekankan kepada seluruh personel untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan sikap humanis dan profesional. Pastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman, tertib dan lancar,” ujar Kapolda Jabar.

    Selain mengamankan jalannya pertandingan, personel juga melakukan pengamanan terhadap mobilitas suporter dan masyarakat serta mengantisipasi kepadatan arus kendaraan di sejumlah jalur menuju dan dari Stadion Si Jalak Harupat.

    Kapolda Jabar juga mengimbau kepada seluruh suporter yang menyaksikan pertandingan Malaysia vs Singapura untuk menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi sportivitas.
    “Kami mengajak seluruh suporter untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Dukung tim kesayangan dengan tertib, jangan melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya pertandingan maupun merugikan orang lain,” tambahnya.

    Dengan kesiapan personel dan sinergi seluruh unsur pengamanan, Polda Jawa Barat berkomitmen memastikan pertandingan Malaysia vs Singapura di Stadion Si Jalak Harupat berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif.

    Bandung, 02 Oktober 2026

    Dikeluarkan Oleh Bidhumas Polda Jabar

  • Kabid Humas Polda Jabar Hadiri Pengukuhan Ketua dan Pengurus PWI Jawa Barat Masa Bhakti 2026–2031 di Gedung Merdeka

    Kabid Humas Polda Jabar Hadiri Pengukuhan Ketua dan Pengurus PWI Jawa Barat Masa Bhakti 2026–2031 di Gedung Merdeka

    Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menghadiri acara Pengukuhan Ketua dan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat Masa Bhakti 2026–2031 yang berlangsung di Gedung Merdeka, Jl. Asia Afrika No. 65, Braga, Kota Bandung, pada Jumat (02/10/2026). Kehadiran Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., merupakan wujud sinergitas dan dukungan nyata kepolisian terhadap insan pers serta kemitraan strategis media di Jawa Barat.

    Rangkaian prosesi pengukuhan diisi dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus PWI Jawa Barat oleh Sekjen PWI Pusat Selamet Susanto, dilanjutkan dengan kata-kata pelantikan dan penyerahan Pataka PWI oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir kepada Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan.

    Selain prosesi pengukuhan, kegiatan ini juga diwarnai dengan pembacaan Deklarasi “Dari Bandung Untuk Pers Indonesia” oleh seluruh insan pers yang hadir. Momen deklarasi tersebut menegaskan kembali komitmen para wartawan di Jawa Barat untuk terus mengedepankan profesionalisme, independensi, serta menjaga marwah pers Indonesia sebagai salah satu pilar demokrasi.

    Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pers dalam mengawal pembangunan serta menyajikan informasi yang edukatif dan menyejukkan bagi masyarakat Jawa Barat.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa melalui keikutsertaan Polda Jawa Barat dalam kegiatan ini, diharapkan hubungan harmonis dan kemitraan publikasi antara Polda Jabar dan PWI Jawa Barat terus terjalin erat. Polda Jabar siap terus mendukung keterbukaan informasi publik dan memperkuat kolaborasi bersama insan pers demi terciptanya kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jawa Barat.

    Bandung, 02 Oktober 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Polresta Bogor Kota Dampingi BAPANAS Pusat Cek Ketersediaan Beras SPHP dan Premium di Retail Modern

    KOTA BOGOR – Satgas Pangan Polresta Bogor Kota bersama Badan Pangan Nasional (BAPANAS) Pusat, DKPP Kota Bogor, Disperindag Kota Bogor, dan Bulog Bogor melaksanakan pemantauan dan pengecekan ketersediaan beras SPHP serta beras premium di sejumlah retail modern di wilayah Kota Bogor, Rabu (30/9/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di Yogya Junction dan Plaza Jambu Dua Mitra Mart. Pengecekan dilakukan untuk memantau ketersediaan serta kondisi penyaluran beras, khususnya beras SPHP dan beras premium, di tingkat retail modern.

    Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemantauan secara langsung terhadap ketersediaan beras di lokasi. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara BAPANAS, Polresta Bogor Kota, Pemerintah Kota Bogor, dan Bulog dalam menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi pangan bagi masyarakat.

    Polresta Bogor Kota melalui Satgas Pangan akan terus bersinergi dengan instansi terkait dalam melakukan monitoring bahan pangan di wilayah Kota Bogor, sebagai upaya mendukung ketersediaan pangan dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

  • Lat Pra Ops Antik Lodaya 2026

    BOGOR KOTA – Polresta Bogor Kota mengikuti Zoom Meeting Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Antik Lodaya 2026 yang dilaksanakan pada Rabu (30/9/2026), bertempat di Aula Coffee Morning Polresta Bogor Kota. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB dan diikuti secara virtual oleh jajaran Polda Jawa Barat serta Polres jajaran.

    Kegiatan tersebut dipimpin oleh sejumlah pejabat utama Polda Jawa Barat, yaitu Dir Narkoba Polda Jawa Barat Kombes Pol. Arly Jembar Jumhana, S.I.K., S.H., M.H., Irwasda Polda Jawa Barat Kombes Pol. Benny Subandi, S.I.K., M.Si., serta Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H.

    Dalam pelaksanaan Zoom Meeting tersebut, disampaikan arahan dan paparan terkait kesiapan pelaksanaan Operasi Antik Lodaya 2026. Operasi ini bertujuan untuk menekan, memberantas, serta memutus mata rantai peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika melalui berbagai upaya, mulai dari pendekatan preemtif, preventif, hingga penegakan hukum.

    Adapun sasaran operasi meliputi produsen, bandar, pengedar, kurir, serta penyalahguna narkotika. Selain itu, operasi juga menyasar lokasi-lokasi yang dinilai rawan dijadikan tempat transaksi maupun penyalahgunaan narkotika.

    Kegiatan Lat Pra Ops ini menjadi bagian penting dalam menyamakan persepsi, meningkatkan kesiapsiagaan personel, serta memastikan seluruh tahapan pelaksanaan Operasi Antik Lodaya 2026 dapat berjalan secara terarah, terukur, dan sesuai dengan rencana.

    Polresta Bogor Kota berkomitmen mendukung pelaksanaan Operasi Antik Lodaya 2026 dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

  • Operasi Garuda Bakti 2026, Dua Jenderal Bintang Dua Cek Venue ASEAN Cup di Bandung

    Pengamanan super ketat terus dimatangkan dengan bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026 di wilayah Jawa Barat. Polri tidak main-main, dua jenderal bintang dua Mabes Polri ditugaskan untuk mengawasi langsung pengendalian Operasi “Garuda Bakti-2026” di Stadion Si Jalak Harupat.

    Kedua jenderal tersebut adalah Waastamaops Kapolri Irjen Pol Laksana dan Wadankorbrimob Polri Irjen Pol Reza Arief Dewanto. Mereka terjun langsung meninjau alur keamanan stadion bersama jajaran perwira tinggi lainnya, seperti Auditor Kepolisian Utama Tk. II Korbrimob Polri Brigjen Pol Joko Sulistio dan Brigjen Pol Bambang Widjonarko Baiin.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungkapkan, kehadiran tim supervisi Mabes Polri ini memberikan asistensi strategis agar pengamanan turnamen internasional tersebut berjalan tanpa celah.

    “Kehadiran tim yang dipimpin langsung oleh Bapak Waastamaops Kapolri menunjukkan betapa krusialnya pengamanan event berskala internasional ini. Arahan beliau sangat jelas, tidak boleh ada kesalahan teknis di lapangan. Evaluasi dari mulai penempatan personel taktis, manajemen kerumunan suporter, hingga sterilisasi area ring satu sudah kami simulasikan dengan matang,” kata Kombes Hendra, Selasa (29/9/2026)

    Kombes Hendra menyebutkan, Operasi Garuda Bakti-2026 di wilayah hukum Polda Jabar akan melibatkan kolaborasi dari berbagai satuan. Oleh karena itu, pengecekan juga melibatkan personel ahli di lapangan, seperti Pasukan Gegana Korbrimob Polri untuk memastikan netralisasi dari ancaman berbahaya.

    Lebih lanjut, Kombes Hendra memastikan bahwa jajaran Polda Jabar siap mengimplementasikan seluruh rekomendasi dari tim supervisi Mabes Polri demi menjaga nama baik Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.

  • Tim Mabes Polri Turun Gunung Cek Pengamanan ASEAN Cup 2026 di Jalak Harupat

    Tim dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) meninjau langsung kesiapan pengamanan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pengecekan tingkat tinggi ini dilakukan demi menjamin keamanan perhelatan turnamen sepak bola bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026.

    Supervisi pengamanan yang bersandi Operasi “Garuda Bakti-2026” ini dipimpin langsung oleh Waastamaops Kapolri Irjen Pol Laksana selaku Ketua Tim. Turut mendampingi dalam rombongan tersebut, Wadankorbrimob Polri Irjen Pol Reza Arief Dewanto, Brigjen Pol Joko Sulistio, serta sejumlah personel kepolisian lainnya.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan, kedatangan tim Mabes Polri ke wilayah hukum Polda Jabar bertujuan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan skema keamanan standar internasional di venue kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut.

    “Pengecekan ini merupakan bagian penting dari Operasi Garuda Bakti-2026. Kami dari jajaran Polda Jabar bersama tim supervisi Mabes Polri ingin memastikan bahwa prosedur pengamanan di Stadion Si Jalak Harupat, mulai dari ring dalam hingga akses luar, sudah siap seratus persen untuk menyambut FIFA ASEAN Cup 2026,” ujar Kombes Hendra Selasa (29/9/2026).

    Kombes Hendra menambahkan, tim dari Mabes Polri mengecek berbagai fasilitas krusial, mulai dari kesiapan pintu masuk suporter, jalur evakuasi, ruang ganti pemain, hingga integrasi kamera pengawas (CCTV) di dalam stadion.

    Kehadiran perwira tinggi dan ahli di bidang operasional serta Brimob ini diharapkan mampu mengidentifikasi potensi kerawanan sekecil apa pun sebelum hari pertandingan tiba. Polri berkomitmen untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para atlet, ofisial, dan suporter dari berbagai negara di Asia Tenggara.

    Bandung, 29 September 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Polda Jabar Gelar Pisah Sambut Pejabat Utama dan Kapolresta, Wujudkan Rotasi Kepemimpinan dan Semangat “Jaga Rawat Jawa Barat”

    Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menggelar acara pisah sambut Pejabat Utama dan Kapolresta jajaran pada Senin, 28 September 2026 di Bandung. Acara ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., serta dihadiri oleh Wakapolda Jabar Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M., Ketua Bhayangkari Daerah Jabar beserta pengurus, dan segenap pejabat jajaran. Momen penting ini menjadi penanda formal dimulainya rotasi estafet kepemimpinan pada 6 posisi Pejabat Utama Polda Jabar dan 2 jabatan Kapolresta jajaran sebagai bagian dari dinamika organisasi untuk regenerasi, penyegaran, serta kesinambungan kinerja institusi.

    Adapun rotasi jabatan di lingkungan Polda Jabar melibatkan peralihan posisi strategis, yaitu Kabidpropam dari Brigjen Pol Adiwijaya, S.I.K. kepada Kombes Pol Mochammad Yoris Maulana Yusuf Marzuki, S.I.K.; Dirpolairud dari Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Chandra, S.I.K., M.H. kepada Kombes Pol R. Djarot Agung Riadi, S.I.K., M.Si.; serta Dirreskrimsus dari Kombes Pol Dr. Wirdhanto Hadicaksono, S.H., S.I.K., M.Si. kepada Kombes Pol Dr. Bismo Teguh Prakoso, S.H., S.I.K., M.H.. Selain itu, jabatan Dirsamapta diembankan kepada Kombes Pol Wahid Kurniawan, S.I.K., M.M.; Kabidkum diserahterimakan dari Kombes Pol Nurhadi Handayani, S.H., M.Si. kepada Kombes Pol Sri Damar Alam, S.I.K., S.H.; dan Kabidkeu dari Kombes Pol Heni Kresnowati Soepandi Putri, S.E., M.Si. kepada Kombes Pol Erwin Fardiansyah Tossin, S.I.K.. Untuk tingkat kewilayahan, Kapolresta Bogor Kota beralih dari Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. kepada Kombes Pol Adhitya Panji Anom, S.I.K., M.HP., sedangkan Kapolresta Bandung berganti dari Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR. kepada Kombes Pol Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si..

    Dalam amanatnya, Kapolda Jawa Barat menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian luar biasa selama bertugas di Jawa Barat. Secara khusus, selamat juga ditujukan kepada Brigjen Pol Adiwijaya, S.I.K. atas kenaikan pangkat yang diraihnya. Kapolda Jabar menegaskan bahwa berbagai capaian dan fondasi stabilitas kamtibmas serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang telah dibangun para pejabat lama akan menjadi legacy berharga untuk keberlanjutan institusi Polri.

    Menyambut para pejabat baru di Tanah Pasundan, Kapolda Jabar menekankan pentingnya respons cepat dan adaptasi penuh terhadap karakteristik wilayah Jawa Barat yang amat strategis dan kompleks. Dengan jumlah penduduk yang besar serta dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang, para pimpinan baru dituntut mampu menentukan prioritas, mengambil keputusan tepat, dan membangun kolaborasi lintas sektor yang kokoh demi menjaga kondusivitas wilayah. Para pejabat baru diminta membawa semangat pembaharuan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat setempat.

    Sebagai arah kebijakan strategis, Kapolda Jabar kembali menegaskan komitmen gerakan “Jaga Rawat Jawa Barat” yang dijabarkan melalui Nine Commander Wish dalam lima aspek strategis: pelayanan publik, stabilitas kamtibmas, kolaborasi sosial, penguatan kapasitas organisasi, dan pengawasan melekat. Untuk mengeksekusi visi tersebut, seluruh pimpinan dan personel diinstruksikan berpegang teguh pada empat prinsip kerja utama, yakni Adaptif, Responsif, Kolaboratif, dan Solutif (ARKS). Melalui empat prinsip tersebut, Kapolda berharap keberadaan Polri di Jawa Barat tidak hanya menjadi penegak hukum, tetapi juga hadir memberikan perlindungan nyata dan solusi konkret dari hulu hingga hilir bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Bandung, 28 September 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Abah Anton Charliyan: Jejak Panjang dari Reserse, Kapolda Jabar hingga Pengabdian Budaya Sunda

    BANDUNG — Nama Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N., yang akrab disapa Abah Anton, memiliki rekam jejak panjang di institusi Polri. Kariernya membentang dari dunia reserse, jabatan kewilayahan, Kepala Divisi Humas Polri, Kapolda Sulawesi Selatan hingga Kapolda Jawa Barat.

    Setelah memasuki masa purnatugas, perjalanan pengabdiannya berlanjut melalui politik dan kegiatan sosial-kebudayaan. Pada 2026, Anton dipercaya menjadi Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat periode 2026/2027.

    Dari Akpol 1984, Menapaki Dunia Reserse

    Anton merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1984. Ia kemudian mengikuti sejumlah pendidikan pengembangan kepolisian, antara lain PTIK, Sespim, Sespati dan Lemhannas.

    Karier awalnya banyak bersentuhan dengan fungsi reserse. Pengalaman tersebut kemudian membawanya menangani sejumlah perkara yang mendapat perhatian publik.

    Pikiran Rakyat mencatat keterlibatannya dalam pengusutan kasus Marsinah pada 2000 dan kemudian perkara Munir ketika ia bertugas di lingkungan Polda Metro Jaya. Pada 2003, Anton juga bertugas di Bareskrim Polri sebagai Kanit III Direktorat I Keamanan dan Kejahatan Transnasional.

    Catatan yang sama menyebut Anton telah menduduki 27 posisi jabatan sepanjang kariernya di kepolisian, dengan jabatan terakhir sebagai Wakalemdiklat Polri.

    Menjadi Kadiv Humas Polri

    Salah satu fase penting dalam karier Anton adalah ketika dipercaya menjadi Kepala Divisi Humas Polri.

    Pengalaman di bidang reserse dan komunikasi publik kemudian menjadi kombinasi yang penting dalam perjalanan kariernya. Setelah dari lingkungan Mabes Polri, Anton dipercaya menduduki jabatan kepala kepolisian daerah.

    Ia pernah menjadi Kapolda Sulawesi Selatan, sebelum kemudian ditugaskan memimpin Polda Jawa Barat.

    Kapolda Jawa Barat: Kembali ke Tanah Priangan

    Pada Desember 2016, Anton resmi menjadi Kapolda Jawa Barat, menggantikan Irjen Pol. Bambang Waskito. Sebelumnya, Anton pernah menjadi Kapolwil Priangan sehingga Jawa Barat bukan wilayah yang sama sekali asing baginya.

    Saat menerima amanah tersebut, Anton menyatakan akan melanjutkan program yang telah berjalan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jawa Barat.

    Salah satu pendekatan yang dikenalkannya ketika memimpin Polda Jabar adalah konsep PDLTT — Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, Terstruktur dan Terukur.

    Memperkuat Kemitraan Polisi dan Masyarakat

    Salah satu hal yang cukup menonjol dalam kepemimpinannya adalah upaya memperkuat hubungan antara kepolisian dengan berbagai unsur masyarakat.

    Pada 2017, Polda Jabar memberikan penghargaan Honorary Police kepada sejumlah tokoh Jawa Barat yang dinilai memiliki kontribusi terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Dokumentasi Pemprov Jawa Barat mencatat penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh pemerintahan, TNI, kejaksaan, peradilan, agama, adat, pendidikan, pemuda dan media.

    Pendekatan tersebut memperlihatkan perhatian Anton terhadap konsep kemitraan polisi dengan masyarakat, bukan semata-mata pendekatan penegakan hukum.

    Penanganan Teror Bom Cicendo

    Pada masa Anton menjabat Kapolda Jabar, wilayah Bandung menghadapi salah satu peristiwa keamanan yang mendapat perhatian nasional, yakni teror bom panci di kawasan Cicendo pada Februari 2017.

    Sebagai Kapolda, Anton menjadi salah satu pejabat yang memberikan keterangan mengenai penanganan perkara tersebut. Polda Jabar kemudian memberikan penghargaan kepada sejumlah personel yang dinilai berprestasi dalam penanganan kasus tersebut. Dokumentasi Pemprov Jabar mencatat sebanyak 35 personel Polda Jabar menerima penghargaan terkait penanganan kasus bom panci Cicendo.

    Tanda Jasa Selama Pengabdian

    Rekam jejak Anton juga ditandai dengan sejumlah penghargaan kedinasan.

    Pikiran Rakyat mencatat antara lain:

    Satyalancana Dwidja Sistha — 2014

    Bintang Bhayangkara Nararya — 2014

    Bintang Bhayangkara Pratama — 2016

    Penghargaan tersebut merupakan bagian dari catatan formal pengabdiannya selama berkarier di institusi Polri.

    Dari Polisi Menjadi Tokoh Budaya

    Setelah mengakhiri karier di kepolisian, Anton memasuki babak baru.

    Perhatian terhadap budaya Sunda semakin terlihat dalam aktivitas publiknya. Transformasi tersebut menarik karena sebelumnya ia menjalani puluhan jabatan di lingkungan kepolisian, sementara setelah pensiun ia semakin banyak tampil dalam kegiatan sosial dan kebudayaan.

    Pada 2026, Gubernur Jawa Barat melalui SK Nomor 430/Kep.120-Disparbud/2026 tanggal 6 Maret 2026 menetapkan Anton sebagai Ketua Umum merangkap anggota Majelis Adat Sunda Jawa Barat periode 2026/2027.

    MASDA sendiri mempunyai tugas antara lain menampung aspirasi masyarakat adat dalam rangka pelestarian budaya di kampung adat, melakukan koordinasi dengan masyarakat adat, serta merumuskan rekomendasi pelestarian adat.

    Kampung Adat Menjadi Perhatian

    Dalam kapasitasnya sebagai Ketua MASDA, Anton pada Juli 2026 menyampaikan bahwa penguatan kampung adat menjadi salah satu agenda utama pelestarian budaya Sunda.

    Menurut pemberitaan yang memuat pernyataannya, pendekatan tersebut diarahkan pada penguatan budaya dari tingkat masyarakat dan kampung adat sebagai basis kehidupan budaya Sunda.

    Peran ini memperlihatkan kesinambungan lain dalam perjalanan Anton: ketika masih menjadi pejabat kepolisian, ia membangun kemitraan dengan tokoh adat dan masyarakat; setelah pensiun, ia kemudian masuk lebih jauh ke ruang kebudayaan.

    Dua Dunia Pengabdian

    Jika perjalanan panjangnya dipetakan, rekam jejak Abah Anton Charliyan dapat dilihat melalui dua fase besar.

    Pertama, fase Bhayangkara.
    Dimulai dari Akpol 1984, berkembang melalui fungsi reserse, berbagai jabatan kewilayahan, Mabes Polri, Kadiv Humas, Kapolda Sulawesi Selatan dan akhirnya Kapolda Jawa Barat.

    Kedua, fase pengabdian masyarakat dan budaya.
    Setelah purnatugas, Anton terlibat dalam politik dan kemudian semakin aktif dalam kegiatan sosial serta kebudayaan, hingga dipercaya memimpin Majelis Adat Sunda Jawa Barat.

    Dengan demikian, rekam jejak Anton bukan hanya berbicara tentang jabatan yang pernah diembannya, tetapi juga tentang pergeseran bentuk pengabdian: dari tugas kepolisian dan keamanan menuju ruang sosial, adat dan kebudayaan.

    7 Catatan Prestasi yang Menonjol

    1. Lulusan Akpol 1984 dan menempuh berbagai pendidikan pengembangan kepolisian.
    2. Memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, termasuk keterlibatan dalam pengusutan perkara besar yang diberitakan secara luas.
    3. Menduduki 27 posisi jabatan dalam karier Polri, menurut catatan Pikiran Rakyat.
    4. Mendapat kepercayaan sebagai Kadiv Humas Polri dan Kapolda Sulawesi Selatan.
    5. Memimpin Polda Jawa Barat dan mengembangkan pendekatan kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat.
    6. Menerima sejumlah tanda jasa kepolisian, termasuk Bintang Bhayangkara Nararya dan Bintang Bhayangkara Pratama.
    7. Dipercaya memimpin Majelis Adat Sunda Jawa Barat 2026/2027, dengan agenda pelestarian adat dan penguatan kampung adat.

    Abah Anton Charliyan kini berada pada fase berbeda dalam perjalanan hidupnya. Seragam Bhayangkara memang telah dilepas, tetapi ruang pengabdiannya terus berlanjut—kali ini melalui masyarakat, adat dan kebudayaan Sunda.*